Pengantar
Namaku Ima Widyanti, saya lahir tanggal 10 Agustus 1996, yah tahun ini saya berumur 20 tahun. Saya sedang menempuh pendidikan ditingkat Universitas, di salah satu Universitas Swasta di Kota Malang, Jawa Timur. Saat itu saya telah menempuh pendidikan pada tahun ke-2 (semester 4). Tentunya aku mulai memikirkan mengenai Praktik Kerja Lapang (PKL) sebagai syarat menempuh tugas akhir.
Rencana awal saya akan melaksanakan PKL bersama sahabatku di daerah asalnya yaitu di Bangil, bersama sahabatku yang bernama Nurul Islamiyah biasa saya panggil Nurul. Dia merupakan salah satu sahabatku yang bisa dibilang sahabat pertamaku di Universitas ini. Dia memiliki postur tubuh yang tidak begitu tinggi, lumayan kurus, berkulit putih, dan pipinya agak chubby.
Selain Nurul, saya juga memiliki banyak sekali sahabat lainnya, yaitu Viki si kurus, cerewet, pinter, lumayan cantik (tapi masih lebih cantik saya), Viki merupakan sahabat yang paling dekat dengan saya, sampai seluruh anggota keluarga telah mengenalnya, karena saya banyak cerita tentangnya. Nah setelah itu ada Ussy si modis, fashionable, paling bisa dandan, tubuhnya ramping, cerewet, dan yang paling penting dia paling benci sama hal-hal yang berbau jorok. Selanjutnya, sahabatku satu ini bernama Cynthia, dia salah satu teman yang terpinter diantara kita ber-5, dia anak yang cantik (maklum ada keturunan Chineese), lumayan cerewet, dan paling gak suka sama yang namanya “telat”.
Sebenernya bukan hanya 5 sahabatku itu, saya masih punya banyak teman dekat lainnya. Margas (kekasihnya Viki, Margas yang biasa aku dan teman dekat lainya memanggil “Lek” (sejenis sebutan Abang di daerah lain) bisa dibilang cukup dekat karena sering sekali double date saat itu bersama kekasihku, selain itu, kita juga sekelas. Praja (TTMnya Ussy). Bangun, teman cowok yang sangat konyol pada masanya (sebelum dia memiliki Ibu Negara). Fandi, yah laki-laki satu ini memang tidak terlalu dekat waktu itu, sampai pada suatu kondisi harus bersamanya untuk waktu yang cukup lama, sekitar 1 bulan, sebenarnya spesies yang satu ini hampir mirip dengan Bangun, mulai dari keinginan, sifat, hampir sama hingga mereka pernah membuat suatu perjanjian bersama.
Rida, nah yang satu ini merupakan teman gila-gilaan pada zaman saya masih dibilang mahasiswa baru (Maba), mulai dari teman konyol saat masa pesantren 6 hari disebut P2KK di Kampusku, kelakuannya yang lucu mampu membuatku nyaman, dan betah menjalani pesantren kilat itu. Widia, namanya hampir mirip denganku, sifatnya sih hampir mirip dengan temanku yang bernama Rida.
Saat itu aku juga masih memiliki kekasih bernama Freda. Tapi pada saat aku sedang menulis ini, yah kami sudah tidak memiliki hubungan special apapun, hanya bisa dibilang sebagai teman. Saya mengenal Freda sejak awal masuk Sekolah Menengah Atas (SMA). Yah tapi sudahlah itu sudah berlalu, tapi tetap akan diceritakan mengenai dirinya di karangan kecil ini, waktu itu saat masih bersamaku. Freda bisa dibilang orang yang baik, cukup tampan, postur tubunhnya tinggi, hingga pada saat SMA dia terpilih untuk menjadi anggota PASKIBRA Kota, dia juga sempat mengikuti seleksi PASKIBRA Provinsi, namun dia tidak terpilih karena tingginya kurang sedikit saja yaitu kurang 1,5cm, sayang sekali.

0 komentar:
Posting Komentar